Anak-anak dan efek terorisme

Bagaimana bisa ada seseorang yang menganggap bahwa seluruh medan di bumi ini adalah medan perang, maka melakukan “perang kecil” di sudut bumi bagian manapun tidaklah mengapa. Mereka seperti kehabisan ide sampai tega melakukan pemboman di konser yang dipenuhi anak SD hingga SMA (bom Manchester), tidak bisa aku bayangkan bagaimana perasaan Ariana Grande saat itu – perasaan traumatik yang bakalan sulit dihilangkan. Continue reading

Advertisements

Menjadi Islam minoritas di negeri penuh teror

Belakangan ini sering terdengar negara-negara di eropa terkena aksi terorisme hampir setiap bulan. Sebagai salah satu negara yang banyak menerima imigran dari negara konflik, tentu hal ini amat disayangkan, apakah ini konspirasi? Apakah ini propaganda untuk membenci imigran muslim dan agama islam khususnya? Apakah mungkin negara mereka melakukan kesepakatan yang merugikan kelompok radikal tersebut sehingga layak diteror? sepertinya begitu… Continue reading

Ketika peperangan membuat orang bingung dan mati rasa

Rasanya kalau mendengar orang-orang yang harus dengan tidak adil hidup di medan perang, rasanya miris sekali, rasanya ingin menutup mata dan telinga, rasanya hanya ingin melihat kalau dunia ini baik-baik saja, karena rasanya tidak mau mengakui kalau aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka.

Entah tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan sudah terlalu kompleksnya peperangan yang terjadi hingga menyebar ke berbagai kepentingan banyak pihak, atau masalah perang ini sudah menjadi area “abu-abu” yang mana yang benar dan yang salah sangat sulit dibedakan jika hanya mengandalkan pengadilan buatan manusia. Atau entah karena kita sudah terlalu sibuk memikirkan sulitnya hidup kita sendiri hingga kita tak ada kesempatan untuk membayangkan bagaimana posisi mereka saat ini.

Continue reading