Mempertanyakan rasa kemanusiaan

Saat tahta dan kekuasaan ditawarkan di hadapanmu, dan rasa kemanusiaanmu adalah penghalangnya. Apa yang akan kamu lakukan? Membuang perasaanmu?

Saat tahta dan kekuasaan membuatmu melupakan dan menghilangkan rasa kemanusiaanmu itu, lalu masih layakkah kau disebut sebagai manusia?

Manusia tanpa perasaan, mendorong akal dan pikirannya untuk menghalalkan berbagai cara demi tercapainya tujuan mereka yang katanya “mulia”. Ya, mulia menurut mereka karena mereka berpikir bahwa diri mereka adalah Tuhan.

Continue reading

Ketika peperangan membuat orang bingung dan mati rasa

Rasanya kalau mendengar orang-orang yang harus dengan tidak adil hidup di medan perang, rasanya miris sekali, rasanya ingin menutup mata dan telinga, rasanya hanya ingin melihat kalau dunia ini baik-baik saja, karena rasanya tidak mau mengakui kalau aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka.

Entah tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan sudah terlalu kompleksnya peperangan yang terjadi hingga menyebar ke berbagai kepentingan banyak pihak, atau masalah perang ini sudah menjadi area “abu-abu” yang mana yang benar dan yang salah sangat sulit dibedakan jika hanya mengandalkan pengadilan buatan manusia. Atau entah karena kita sudah terlalu sibuk memikirkan sulitnya hidup kita sendiri hingga kita tak ada kesempatan untuk membayangkan bagaimana posisi mereka saat ini.

Continue reading