Negeriku menyedihkan

Negeriku sangat menyedihkan
menyudutkan Islam
menyalahkan Islam
mengatakan radikal saat batasan radikal pun tak kenal

Negeriku sangat menyedihkan
ulama ku dihina, ustadzku dicekal
padahal ustadzku hanya melarang untuk pacaran Continue reading

Advertisements

Pilkada dki panggung sirkus

Postingan ini bukan untuk yang gampang baper ;p

 

Di pilkada kemarin aku melihat suatu ketidakadilan. Aku melihat bagaimana Bun* Y malah dianggap sebagai penghasut SARA, penyebab/pemicu rusaknya keutuhan dan kerukunan bangsa Indonesia. Orang-orang beramai-ramai mengada-ngada kesalahannya hingga dia dianggap telah melanggar Undang-undang ITE karena menyebarkan video kebencian. Padahal dia hanya menunjukkan bahwa telah terjadi kemungkaran di suatu tempat dan memberitahukannya pada masyarakat.

Continue reading

Kaum tengah

Bagaikan dua sisi

Seseorang yang telah jauh dari agamanya, memilih agnostik sebagai pedomannya, atau mereka yang terjebak dalam identitas lgbt nya, atau mereka yang tattoan dan berpakaian terbuka, yang nilai hidup mereka tidak selaras dengan lingkungannya. Terlalu liberal dan terlalu bebas kata orang. Seakan mereka sedang menebar paham yang akan merusak generasi selanjutnya. Memiliki kesempatan untuk bekerja dan tinggal di luar negeri tidak disia-siakannya, karena hidup di negeri sendiri terlalu banyak tantangannya. Tidak mau menjadi munafik dan menyakiti hati mamanya katanya.

Continue reading

Mempertanyakan rasa kemanusiaan

Saat tahta dan kekuasaan ditawarkan di hadapanmu, dan rasa kemanusiaanmu adalah penghalangnya. Apa yang akan kamu lakukan? Membuang perasaanmu?

Saat tahta dan kekuasaan membuatmu melupakan dan menghilangkan rasa kemanusiaanmu itu, lalu masih layakkah kau disebut sebagai manusia?

Manusia tanpa perasaan, mendorong akal dan pikirannya untuk menghalalkan berbagai cara demi tercapainya tujuan mereka yang katanya “mulia”. Ya, mulia menurut mereka karena mereka berpikir bahwa diri mereka adalah Tuhan.

Continue reading