Mempertanyakan rasa kemanusiaan

Saat tahta dan kekuasaan ditawarkan di hadapanmu, dan rasa kemanusiaanmu adalah penghalangnya. Apa yang akan kamu lakukan? Membuang perasaanmu?

Saat tahta dan kekuasaan membuatmu melupakan dan menghilangkan rasa kemanusiaanmu itu, lalu masih layakkah kau disebut sebagai manusia?

Manusia tanpa perasaan, mendorong akal dan pikirannya untuk menghalalkan berbagai cara demi tercapainya tujuan mereka yang katanya “mulia”. Ya, mulia menurut mereka karena mereka berpikir bahwa diri mereka adalah Tuhan.

Continue reading

Advertisements