Negeriku menyedihkan

Negeriku sangat menyedihkan
menyudutkan Islam
menyalahkan Islam
mengatakan radikal saat batasan radikal pun tak kenal

Negeriku sangat menyedihkan
ulama ku dihina, ustadzku dicekal
padahal ustadzku hanya melarang untuk pacaran Continue reading

Advertisements

Pilkada dki panggung sirkus

Postingan ini bukan untuk yang gampang baper ;p

 

Di pilkada kemarin aku melihat suatu ketidakadilan. Aku melihat bagaimana Bun* Y malah dianggap sebagai penghasut SARA, penyebab/pemicu rusaknya keutuhan dan kerukunan bangsa Indonesia. Orang-orang beramai-ramai mengada-ngada kesalahannya hingga dia dianggap telah melanggar Undang-undang ITE karena menyebarkan video kebencian. Padahal dia hanya menunjukkan bahwa telah terjadi kemungkaran di suatu tempat dan memberitahukannya pada masyarakat.

Continue reading

Menjadi Islam minoritas di negeri penuh teror

Belakangan ini sering terdengar negara-negara di eropa terkena aksi terorisme hampir setiap bulan. Sebagai salah satu negara yang banyak menerima imigran dari negara konflik, tentu hal ini amat disayangkan, apakah ini konspirasi? Apakah ini propaganda untuk membenci imigran muslim dan agama islam khususnya? Apakah mungkin negara mereka melakukan kesepakatan yang merugikan kelompok radikal tersebut sehingga layak diteror? sepertinya begitu… Continue reading

Kaum tengah

Bagaikan dua sisi

Seseorang yang telah jauh dari agamanya, memilih agnostik sebagai pedomannya, atau mereka yang terjebak dalam identitas lgbt nya, atau mereka yang tattoan dan berpakaian terbuka, yang nilai hidup mereka tidak selaras dengan lingkungannya. Terlalu liberal dan terlalu bebas kata orang. Seakan mereka sedang menebar paham yang akan merusak generasi selanjutnya. Memiliki kesempatan untuk bekerja dan tinggal di luar negeri tidak disia-siakannya, karena hidup di negeri sendiri terlalu banyak tantangannya. Tidak mau menjadi munafik dan menyakiti hati mamanya katanya.

Continue reading

Ketika poligami mem-bias-kanmu

Aku teringat kejadian saat seorang da’i yang terkenal dan dihormati di Indonesia melakukan poligami. Saat itu orang-orang langsung tidak suka padanya, membencinya, mengeluarkan kata-kata kasar padanya, memboikot dia dan bisnisnya, mengganggu keluarganya,… menjadi bulan-bulanan infotainment yang hanya mementingkan rating semata. Tetapi tidak apa-apa,  seperti layaknya saringan, kejadian itu menjadi penyaring untuk orang-orang yang benar-benar bersih hatinya dengan yang hatinya masih dipenuhi oleh hawa nafsu-belum ikhlas dengan apa yang tertulis dalam Al Quran.

Continue reading