Dunia yang penuh luka

Dunia ini penuh dengan luka. Luka yang umumnya tumbuh saat masih anak-anak dan remaja, tidak segera diobati namun dibiarkan begitu saja. Tidak sadar luka itulah penyebab tidak warasnya akal sehat mereka di waktu dewasa.

Luka yang didapat saat melihat ayahnya kabur dari tanggung jawabnya, luka yang didapat saat mendapatkan kekerasan dalam keluarganya, trauma yang diperoleh saat harus dipisahkan dari keluarganya entah karena perang atau masalah ekonomi. Luka yang diperoleh seorang anak karena lingkungan yang tidak mendukungnya dan malah mencibirnya. Luka yang diperoleh seorang anak karena sumber kebahagiannya dirampas secara paksa oleh takdir dan ketidakadilan… dan banyak lagi penyebabnya…

Continue reading

Advertisements

Cara bahagia

Cara untuk hidup bahagia,

“become present”, “live in the moment”

Jangan kau hidup dalam masa lalu, terjebak dengan nostalgia dan penyesalan, seolah saat ini adalah ganjaran yang kamu peroleh dari masa lalu. Bertanya-tanya bagaimana caranya mengembalikan waktu, seakan masa lalu mu terus saja memanggilmu, tidak rela kamu meninggalkannya.

Continue reading

Kaum tengah

Bagaikan dua sisi

Seseorang yang telah jauh dari agamanya, memilih agnostik sebagai pedomannya, atau mereka yang terjebak dalam identitas lgbt nya, atau mereka yang tattoan dan berpakaian terbuka, yang nilai hidup mereka tidak selaras dengan lingkungannya. Terlalu liberal dan terlalu bebas kata orang. Seakan mereka sedang menebar paham yang akan merusak generasi selanjutnya. Memiliki kesempatan untuk bekerja dan tinggal di luar negeri tidak disia-siakannya, karena hidup di negeri sendiri terlalu banyak tantangannya. Tidak mau menjadi munafik dan menyakiti hati mamanya katanya.

Continue reading

Saat kamu membuat keputusan

Apa yang akan kamu lakukan saat diharuskan membuat keputusan penting secepatnya?

Hidup itu penuh dengan teka-teki, seperti permainan ular tangga kadang senang kadang sedih, kadang kita harus kembali ke awal lagi karena keputusan buruk yang kita telah kita buat, kadang kita bisa terus maju namun tidak pernah sampai ke finish. Apapun itu, hidup harus tetap jalan…yang terpenting di saat kita mengadu nasib kita, kita tahu Allah bersama kita.

Aku punya teman, saat itu dia sedang hamil besar, tiba-tiba ketubannya pecah lebih cepat dari yang diharapkan. Ternyata terdapat penyulit sehingga kelahiran normal tidak memungkinkan. Di situ, sang suami ditanya apakah ingin melahirkan caesar saja atau tetap mau mencoba normal? Continue reading