Islam yang biasa-biasa saja

Aku pernah dinasehati untuk ber-Islam yang biasa-biasa saja (mungkin karena pengetahuan mereka yang kurang tentang Islam yang kaffah, bagaimana media terus memperlihatkan berita yang membuat salah paham tentang Islam). Walaupun memang keIslamanku masih biasa-biasa saja, biasa banget malah, namun saat itu juga aku berpikir, kenapa pula aku harus berIslam yang biasa-biasa saja jika aku bisa menjadi yang luar biasa? Mungkin Islamku sekarang kelihatan biasa-biasa saja, namun aku tidak mau terus-terusan menjadi muslim yang biasa-biasa saja? Aku tahu aku bisa berkembang dan menjadi lebih baik dan luar biasa? Mungkin bukan sekarang, tapi suatu saat nanti, saat ini aku sedang menuju ke sana.

Aku sering bingung dengan orang-orang yang betah ber-Islam yang biasa-biasa saja, entah karena mereka sibuk dengan dunia, takut dengan kesulitan yang kelak mereka hadapi, atau entah karena mereka bingung ikut aliran yang mana.

Continue reading

Advertisements

Perbedaan nilai

Saat aku masih naif dulu, aku selalu berpikir bagaimana bisa manusia sangat suka untuk terus saling melukai satu sama lain, menyakiti satu sama lain sampai yang satu benar-benar terluka dan kalah, saling membenci tidak ada hentinya? Bukankah kita semua tahu bahwa kebencian hanya akan menghasilkan kebencian yang baru? Hati yang terluka hanya akan menghasilkan ketidakpuasan yang berujung pada dendam dan kerusakan? Lalu mengapa masih banyak orang yang mengulanginya lagi dan lagi, tidak belajar dari yang telah lalu? Bukankah semua manusia menginginkan kedamaian?

Lalu mengapa mereka tidak berfokus pada kebaikan? Malah justru terus saling mengorek keburukan satu sama lain? Continue reading