Dunia yang penuh luka

Dunia ini penuh dengan luka. Luka yang umumnya tumbuh saat masih anak-anak dan remaja, tidak segera diobati namun dibiarkan begitu saja. Tidak sadar luka itulah penyebab tidak warasnya akal sehat mereka di waktu dewasa.

Luka yang didapat saat melihat ayahnya kabur dari tanggung jawabnya, luka yang didapat saat mendapatkan kekerasan dalam keluarganya, trauma yang diperoleh saat harus dipisahkan dari keluarganya entah karena perang atau masalah ekonomi. Luka yang diperoleh seorang anak karena lingkungan yang tidak mendukungnya dan malah mencibirnya. Luka yang diperoleh seorang anak karena sumber kebahagiannya dirampas secara paksa oleh takdir dan ketidakadilan… dan banyak lagi penyebabnya…

Ada banyak sekali luka, perih sekali melihatnya. Luka itu entah kapan hilangnya, entah apa obatnya. Bahkan si pemilik luka tidak sadar kalau dirinya terluka, hingga pelan-pelan lukanya membesar dan terus melebar. Sudah terlambat saat mengetahuinya. Kasihannya…

Dunia ini penuh dengan luka-luka yang tak terobati. Dunia ini penuh dengan luka-luka yang sudah terinfeksi, menyebar dan menular, menginfeksi yang lain, merusak diri mereka hingga mengeluarkan bau busuk di mana-mana.

Dunia ini penuh dengan luka-luka yang harus disembuhkan, agar orang-orang ini tidak haus lagi melampiaskan rasa sakitnya pada orang lain, agar orang-orang ini akhirnya tahu bagaimana rasanya sehat dan berdamai dengan tubuhnya.

Dunia ini dipenuhi dengan luka-luka yang tak kunjung sembuh karena hanya diobati di bagian luarnya saja. Mereka tidak ada yang sadar kalau lukanya telah menjalar lebih dalam, semakin dalam lukanya semakin sulit mencari penawarnya. Entah kapan kita bisa menemukan obat penawarnya.

Luka-luka ini terus menyebar, menular, dan akhirnya ikut menginfeksi hati orang-orang yang masih sehat. Makin menyebabkan dunia ini penuh dengan luka dan air mata, kesakitan dan saling menyakiti.

Advertisements