Hei waktu

Aku sering mengalami momen seperti ini, diam sendirian merenung memandangi keriuhan yang terjadi di sekitarku. Mobil dan motor yang berlalu-lalang, orang-orang yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing… seperti meninggalkan aku sendirian. Seakan waktu meninggalkanku diam-diam, tanpa pesan tanpa suara, aku merasa seperti berada di dunia yang berbeda.

Apa aku memang layak berada di dunia ini? Karena aku sepertinya tidak sesuai dengan mereka yang begitu sigap mengejar waktu. Mengapa aku tidak bisa terhubung dengan orang-orang ini? Seakan ingin meyakinkanku kalau aku tidak layak berada di dunia ini, menekankan padaku bahwa keberadaanku di dunia ini adalah suatu kesalahan. Continue reading

Advertisements

Dunia yang penuh luka

Dunia ini penuh dengan luka. Luka yang umumnya tumbuh saat masih anak-anak dan remaja, tidak segera diobati namun dibiarkan begitu saja. Tidak sadar luka itulah penyebab tidak warasnya akal sehat mereka di waktu dewasa.

Luka yang didapat saat melihat ayahnya kabur dari tanggung jawabnya, luka yang didapat saat mendapatkan kekerasan dalam keluarganya, trauma yang diperoleh saat harus dipisahkan dari keluarganya entah karena perang atau masalah ekonomi. Luka yang diperoleh seorang anak karena lingkungan yang tidak mendukungnya dan malah mencibirnya. Luka yang diperoleh seorang anak karena sumber kebahagiannya dirampas secara paksa oleh takdir dan ketidakadilan… dan banyak lagi penyebabnya…

Continue reading