Perbedaan nilai

Saat aku masih naif dulu, aku selalu berpikir bagaimana bisa manusia sangat suka untuk terus saling melukai satu sama lain, menyakiti satu sama lain sampai yang satu benar-benar terluka dan kalah, saling membenci tidak ada hentinya? Bukankah kita semua tahu bahwa kebencian hanya akan menghasilkan kebencian yang baru? Hati yang terluka hanya akan menghasilkan ketidakpuasan yang berujung pada dendam dan kerusakan? Lalu mengapa masih banyak orang yang mengulanginya lagi dan lagi, tidak belajar dari yang telah lalu? Bukankah semua manusia menginginkan kedamaian?

Lalu mengapa mereka tidak berfokus pada kebaikan? Malah justru terus saling mengorek keburukan satu sama lain? Continue reading

Advertisements

Anak-anak dan efek terorisme

Bagaimana bisa ada seseorang yang menganggap bahwa seluruh medan di bumi ini adalah medan perang, maka melakukan “perang kecil” di sudut bumi bagian manapun tidaklah mengapa. Mereka seperti kehabisan ide sampai tega melakukan pemboman di konser yang dipenuhi anak SD hingga SMA (bom Manchester), tidak bisa aku bayangkan bagaimana perasaan Ariana Grande saat itu – perasaan traumatik yang bakalan sulit dihilangkan. Continue reading

Hei waktu

Aku sering mengalami momen seperti ini, diam sendirian merenung memandangi keriuhan yang terjadi di sekitarku. Mobil dan motor yang berlalu-lalang, orang-orang yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing… seperti meninggalkan aku sendirian. Seakan waktu meninggalkanku diam-diam, tanpa pesan tanpa suara, aku merasa seperti berada di dunia yang berbeda.

Apa aku memang layak berada di dunia ini? Karena aku sepertinya tidak sesuai dengan mereka yang begitu sigap mengejar waktu. Mengapa aku tidak bisa terhubung dengan orang-orang ini? Seakan ingin meyakinkanku kalau aku tidak layak berada di dunia ini, menekankan padaku bahwa keberadaanku di dunia ini adalah suatu kesalahan. Continue reading